Rabu, 14 Februari 2018

Menulislah!

Sekelebat kata, “menulislah maka kamu akan tahu” terbang dalam fikiran untuk mengawali tulisan artikel ini. Bagi saya, ketika kita menulis, maka kita akan tahu apa yang sedang kita rasakan. Hal ini terlihat dari hasil tulisan kita setelah selesai dibuat. Menulis menurut saya merupakan dunia semua orang. Hampir, 87% dari orang disekeliling saya adalah penulis. Mereka menulis untuk diri sendiri (curhat, menulis di Diary, update status puitis, politik sampai resep masakan disertakan gambar) atau sekedar iseng dan kemudian dibaca oleh orang terdekat disekelilingnya melalui akun Instagram mereka, bercerita tentang pengalam mereka yang telah lalu dan kemudian diingat untuk ditulis, dan dibaca ketika muncul sebagai timeline, bahkan banyak yang telah menerbitkan bukunya. Selamat yah untuk kalian! Do’akan aku menyusul, hhehehe…
Tulisan yang diterbitkan memiliki karakternya masing-masing. Beberapa pandai dalam merajut bait puisi, menyusun Narasi dan Sinopsis adapula yang senang dengan tulisan seseorang sehingga muncul dalam fikirannya untuk menuliskan lagu lantaran cerita yang ia baca. Menulis adalah kebebasan, kebebasan untuk merasakan, berekspresi dan berbagi. Mudah bagi siapapun untuk mendapatkan tulisan menurut porsinya masing-masing, apalagi di Era Digital yang makin canggih saat ini. Cari penulis, genre tulisan, dan kemudian liat akun Twitternya, Wattpadnya, Intagramnya, Facebooknya dan lain sebagainya. Tapi tetap saja, menulis memerlukan ruh dan jiwa. Ketika kita menulis, tentunya akan ada yang membaca. Ketika tulisan kita dibaca, setidaknya akan ada yang diingat oleh pembaca jika dirasa bagus sebagai motivasi hidup atau memiliki pesan yang mendalam. Bahkan tak jarang kutipan yang diambil menjadi viral dan dimodifikasi sesuai dengan kehendak pembaca. Bahkan Penulis sekalipun, adalah Motivator.

Lantas, bagaimana agar tulisan kita menjadi penuh makna? Menulislah! Tulisan yang membuatmu bahagia. Menulislah! Tulisan yang menjadikanmu, istimewa. Menulislah! Tulisan yang mengingatkanmu tentang sejarah. Menulislah! Tulisan yang mengantarmu pada masa depan. Menulislah! Tulisan yang membawa mimpimu terbang tinggi. Menulislah! Dengan hati Ikhlas tanpa kata ikhlas, jika mampu… tulis, tapi jika tidak, jangan mencibir tulisan orang lain. Belajarlah! Untuk tetap menegakkan penamu searah dengan gerak tangan dan hatimu, maka fikiranmu akan selalu sepakat dengan hati, dan hatimu akan selalu kembali pada pemiliknya. Agar senantiasa tulisanmu menjadi ladang engkau berdakwah, berbagi dan menginspirasi. 

Tangerang, 14 Februari 2018
Kota 1000 Industri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...