Tiupan angin... tak lagi mengirim debu
Suara jalanan... tak lagi menjadi ramai
Ingin...
merayap pada lorong waktu yang bersebab.
Melihat tangan...
tak mampu menopang bahkan menyeka
Melihat kaki...
tak mampu berlari bahkan melindungi
Lorong waktu dalam mimpi merayap mengolah imaji
Bersama teriakkan ketakutan
Pun jeritan tangis yang beradu.
Langkah kaki yang parau terburu-buru
Desah nafas yang penuh kekhawatiran
Aku... Diam.
Tak mampu tangan meraih jenisnya yang lain selain memanjat do'a
Hati yang gelisah
Katup mata bertengadah
Raga tak kuasa merebah
Tanah-tanah tak berhati
Tanah-tanah tak berperi
Tanah-tanah yang tak tahu diri.
Jahat!
Berhentilah jadi penjahat
Murka!
Sudahi dan pergi.
Jika tidak,
Tuanku lebih tak berperi pada kalian yang tak takut mati.
*SaveAleppo*♥
TendryLight
Penikmat perjalanan, peramu kekata liar, pemimpi yang retjeh dan seorang hamba. Yang 'Memulai dengan Cinta', Ia percaya segala sesuatu yang diawali dengan cinta , akan bertemu dengan cinta.
Jumat, 16 Desember 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MOM, Mother Blues not Baby Blues
Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...
-
Sekelebat kata, “ menulislah maka kamu akan tahu ” terbang dalam fikiran untuk mengawali tulisan artikel ini. Bagi saya, ketika kita menu...
-
Mari menjadi pemerhati... mari melihat lebih dekat, bahwa Hidup adalah tentang bertanya dan menjawab. Entah untuk diri sendiri, ma...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar