Selasa, 17 Januari 2017

Balonku bukan Balonku



Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta, tiba-tiba sang Motivator berhenti berkata-kata dan mulai mmberikan balon kepada masing -masing peserta... 🎈
Kepada mereka masing-masing diminta untuk menulis namanya di balon tersebut dengan menggunakan spidol.
Kemudian semua balon dikumpulkan & dimasukkan ke dalam ruangan lain.🎈
Sekarang semua peserta diminta masuk kembali ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka masing-masing, dan diberi waktu hanya 5 menit.

Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain disekitarnya sehingga terjadi kekacauan... 😰
Waktu 5 menit sudah usai, tidak ada seorangpun yg bisa menemukan balon mereka sendiri...

Sekarang masing-masing diminta untuk secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada org yg namanya tertulis di atasnya.
Dalam beberapa menit saja semua orang punya balon mereka sendiri....
Akhirnya sang Motivator berkata:

"yang baru terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri, (mirip dengan mencari balon mereka sendiri) dan banyak yang gagal..."

"...  Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain (memberikan balon kepada pemiliknya)." Lanjutnya.

Kebahagiaan kita terletak pada saat kita berhasil membahagiakan orang lain. 😊

Berilah kebahagiaan kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan diri sendiri...
Bahagiakanlah orang lain, dan kebahagiaan itu akan mengalir kepada kita...
Diakhir acara, sang motivator berpesan
"Selamat membahagiakan orang lain dan tetap semangat berbuat baik bagi sesama !!!"

Di sisi lainnya, aku berdiri tegap dipojokan belakang memerhati banyak orang yang pergi membawa bahagia, dan seorang sosok berdiri terlihat dari bias keramaian. Ia hendak menghampiri dan memberikan balonnya.
Saat langkahnya akan mendekat, tak karuan entah apa yang aku rasa, tangan juga kaki tak bisa lagi sepakat menetap. Sial, yang dituju bukan aku. Tapi dia, wanita berjilbab di pinggir kananku.

***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...