Apa masalah terbesar seorang pelajar?
Matematika?
Hafalan sejarah?
PR yang bertubi-tubi?
Bangun pagi? atau...
Apapun itu, jika semua telah dilewati akankah berakhir dengan tidak ada masalah lainnya?
Aku bermula mengumpulkan ingatan tentangnya, tentang Pelajar kecil yang sudah harus bisa bersikap dan mengambil keputusan dari banyak hal kecil yang baru ditemuinya. Menyetarakan ego, dan membersamai waktu untuk mengetahui yang seharusnya dilakukan.
Kali ini Aku akan membawa kalian melihat piramida seorang pelajar hingga termakan usia yang masih mengegokan diri untuk belajar.
Sejenis manisan yang getir saat menyentuh lidah hendak dimakan,
ada yang melanjutkan penasaran untuk kemudian melahapnya,
ada yang mengangkat kedua tangan menyerah, untuk menyudahi,
ada pula yang tak ingin sendiri merasakan hingga akhirnya mengajak yang lainnya untuk turut,
pun ada yang tak ingin orang lain tahu, sebelum baik dan buruknya terungkap. Agar tak ada sesal katanya.
Begitulah banyaknya orang akan beranggapan tentang suatu hal sebelum jauh menelisik apa yang akan ia temui.
dan dari sinilah kisahnya dimulai,
Kelas 1 KMI (Kulliyatul Mu'allimin Al- Islamiyah)
Biasanya dihuni pelajar usia 12 - 13 tahun, banyak penyesuaian yang akan dihadapi. Terlebih bagi pelajar yang memutuskan untuk hidup di asrama nyantri, yang lebih akrab disebut Pondok Modern. Pelajar kelas I KMI ini setara dengan Siswa Menengah Pertama, yang dibilang masih anak-anak layaknya kelas 1 Sekolah dasar yang penuh dengan kemakluman. Bedanya, mereka sudah harus memupuk diri sebagai dasar hidup dalam Pondok. Perjalanan mereka baru saja dimulai,
Seorang Guru berkata, " Kalau kalian merasa tidak betah di bulan pertama, jangan langsung pulang. Coba lagi bulan berikutnya. Masih gak betah? Coba lagi bulan berikutnya. Setahun berlalu, masih gak betah, coba lagi tahun berikutnya. Hingga usai sudah betul-betul kalian dilepaskan saat menginjak kelas akhir kelak".
Penyesuaian lainnya yang akan dihadapi lebih berat rasanya, karena selain mental dukungan dari banyak pihak tentunya berlaku dan mengambil andil paling besar dalam fase ini. Masa-masa didekati teman, dijauhi teman, punya banyak teman hingga tidak memiliki teman. Masa-masa berputar pada Iri, dengki, cengeng, polos dan sikap lainnya yang mengelilingi berputar menjadi masalah paling rumit yang dihadapi. Padahal tugas utamanya adalah belajar bukan? hhehe
Disinilah letak sensasi sebuah piramida dasar menjadi semakin menarik dan seperti tidak akan selesai diceritakan karena pondasi piramida lebih luas sebelum mengerucut kan? wkwk.
Tidak terlepas dalam lakonnya, banyak hal menarik yang akan selalu dirindukan tentunya, karena pada fase awal ini jugalah pelajar mulai menilai dan menyukai banyak pelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, seperti extrakulikuler. Beberapa pengurus dan juga pengajar sedikit banyaknya menilai dan sudah menerka kemampuan pelajar sudah sejauh mana? dan akan ditempa seperti apa?
tunggu, ini masih dalam tahap 'agak sedikit menarik'. Karena selain pengurus dan pengajar, pelajar pun memiliki kagum pada yang mendidiknya, hingga acap kali tak jarang memberikan bekas dan selalu di ingat setiap kata dan prilakunya. #ini namanya hukum timbal balik juga loh :)
Selanjutnya, tentang dukungan.
1. Tentunya Orang Tua yang utama, dan miliki kekuatan terbesar dalam memotivasi dan memberikan kepercayaan pada pelajar yang mengenyam pendidikan di Pondok Modern.
2. Do'a.
Tentang, finansial... Aku gak akan membahasnya melebar, karena dunia ini tak akan pernah membiarkan finasial pergi dalam setiap kisah hidup manusia, dan cukup.
Satu hal lagi tentang pelajar 1 KMI, kalau sudah Ia termakan ambisi, pernah kalah atau mungkin disepelekan. Hati-hati dengan Ia beberapa tahun kemudian, habislah yang menjadi alasannya 'Memukau' dan Ia akan berikan banyak prestasi kelak. Terlebih yang dipuji dan di sayangi, semua miliki dampak dan akibat dari yang pernah dirasakan. Dan yang ini, nyata.
Kelas 2 KMI
to be continue...
Matematika?
Hafalan sejarah?
PR yang bertubi-tubi?
Bangun pagi? atau...
Apapun itu, jika semua telah dilewati akankah berakhir dengan tidak ada masalah lainnya?
Aku bermula mengumpulkan ingatan tentangnya, tentang Pelajar kecil yang sudah harus bisa bersikap dan mengambil keputusan dari banyak hal kecil yang baru ditemuinya. Menyetarakan ego, dan membersamai waktu untuk mengetahui yang seharusnya dilakukan.
Kali ini Aku akan membawa kalian melihat piramida seorang pelajar hingga termakan usia yang masih mengegokan diri untuk belajar.
Sejenis manisan yang getir saat menyentuh lidah hendak dimakan,
ada yang melanjutkan penasaran untuk kemudian melahapnya,
ada yang mengangkat kedua tangan menyerah, untuk menyudahi,
ada pula yang tak ingin sendiri merasakan hingga akhirnya mengajak yang lainnya untuk turut,
pun ada yang tak ingin orang lain tahu, sebelum baik dan buruknya terungkap. Agar tak ada sesal katanya.
Begitulah banyaknya orang akan beranggapan tentang suatu hal sebelum jauh menelisik apa yang akan ia temui.
dan dari sinilah kisahnya dimulai,
Kelas 1 KMI (Kulliyatul Mu'allimin Al- Islamiyah)
Biasanya dihuni pelajar usia 12 - 13 tahun, banyak penyesuaian yang akan dihadapi. Terlebih bagi pelajar yang memutuskan untuk hidup di asrama nyantri, yang lebih akrab disebut Pondok Modern. Pelajar kelas I KMI ini setara dengan Siswa Menengah Pertama, yang dibilang masih anak-anak layaknya kelas 1 Sekolah dasar yang penuh dengan kemakluman. Bedanya, mereka sudah harus memupuk diri sebagai dasar hidup dalam Pondok. Perjalanan mereka baru saja dimulai,
Seorang Guru berkata, " Kalau kalian merasa tidak betah di bulan pertama, jangan langsung pulang. Coba lagi bulan berikutnya. Masih gak betah? Coba lagi bulan berikutnya. Setahun berlalu, masih gak betah, coba lagi tahun berikutnya. Hingga usai sudah betul-betul kalian dilepaskan saat menginjak kelas akhir kelak".
Penyesuaian lainnya yang akan dihadapi lebih berat rasanya, karena selain mental dukungan dari banyak pihak tentunya berlaku dan mengambil andil paling besar dalam fase ini. Masa-masa didekati teman, dijauhi teman, punya banyak teman hingga tidak memiliki teman. Masa-masa berputar pada Iri, dengki, cengeng, polos dan sikap lainnya yang mengelilingi berputar menjadi masalah paling rumit yang dihadapi. Padahal tugas utamanya adalah belajar bukan? hhehe
Disinilah letak sensasi sebuah piramida dasar menjadi semakin menarik dan seperti tidak akan selesai diceritakan karena pondasi piramida lebih luas sebelum mengerucut kan? wkwk.
Tidak terlepas dalam lakonnya, banyak hal menarik yang akan selalu dirindukan tentunya, karena pada fase awal ini jugalah pelajar mulai menilai dan menyukai banyak pelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, seperti extrakulikuler. Beberapa pengurus dan juga pengajar sedikit banyaknya menilai dan sudah menerka kemampuan pelajar sudah sejauh mana? dan akan ditempa seperti apa?
tunggu, ini masih dalam tahap 'agak sedikit menarik'. Karena selain pengurus dan pengajar, pelajar pun memiliki kagum pada yang mendidiknya, hingga acap kali tak jarang memberikan bekas dan selalu di ingat setiap kata dan prilakunya. #ini namanya hukum timbal balik juga loh :)
Selanjutnya, tentang dukungan.
1. Tentunya Orang Tua yang utama, dan miliki kekuatan terbesar dalam memotivasi dan memberikan kepercayaan pada pelajar yang mengenyam pendidikan di Pondok Modern.
2. Do'a.
Tentang, finansial... Aku gak akan membahasnya melebar, karena dunia ini tak akan pernah membiarkan finasial pergi dalam setiap kisah hidup manusia, dan cukup.
Satu hal lagi tentang pelajar 1 KMI, kalau sudah Ia termakan ambisi, pernah kalah atau mungkin disepelekan. Hati-hati dengan Ia beberapa tahun kemudian, habislah yang menjadi alasannya 'Memukau' dan Ia akan berikan banyak prestasi kelak. Terlebih yang dipuji dan di sayangi, semua miliki dampak dan akibat dari yang pernah dirasakan. Dan yang ini, nyata.
Kelas 2 KMI
to be continue...

Tabarakallah mrs.. 🙏 and i just want to say..experience is the best teacher..
BalasHapusBeriringan waktu,
kaulah bagian terpenting dan dasar daripada aku bsa seperti ini sekarang 😅🤗
Ana suka bgt ustadzah yg sering mengambil inspirasi dari pengalaman bgtu juga kehidupan.. 💕
Doakan dan ridhoi lah anak didik mu yang satu ini, yang ingin menjadi penerus generasi dari penulis² yang handal bukan hanya dalam kata².. tapi juga dalam bagaimana dia bisa memaknai kehidupan nya 😇
Waiyyaki Cantik, Aamiin... Terimakasih banyak untuk apresiasinya. Selamat menikmati :)
Hapus