Minggu, 03 Mei 2020

Do's From Home, belakangan buat aku ingin Pergi meski cuma ke Warung depan Rumah

Do's From Home,

Bangun, mengucap syukur, sarapan pagi, berjemur, minum vitamin, WFH, istirahat, WFH, bebenah, family time, tidur. Replay.


Aku anak rumahan yang kini, menjadi begitu merasa bosan di rumah dan tidak menyukai banyak orang menjadi seperti Aku.

Bahkan aku tak pernah mebayangkan apa yang akan banyak orang lakukan di Rumah.
Sedang aku, belakangan ikut mengantar Mamah ke pasar, atau bahkan beranjak ke warung depan rumah hanya untuk sekedar keluar.



Bagaimana sistem bekerja yang saat ini banyak orang lakukan dari rumah saat ada kebijakan Lockdown yang Pemerintah himbau?
Bagaimana cara anak-anak menyukai cara mereka belajar di rumah, bersama kedua orangtuanya?
Work from home?
Study from home?
#dirumahajah
dan segala sesuatu yang dilakukan dari rumah,
Apakah melakukannya sepanjang waktu? tentunya tidak bukan?
Semua tentang bagaimana kita memanage waktu saat mendapatkan WFH atau memberi arahan bagi anak kita, adik kita atau ponakan yang tinggal serumah karena SFH
Gak ngerti lagi betapa kagum saya dengan para rekan Guru yang sedia memberikan jadwal untuk anak-anak yang SFH. Tentunya tidak diragukan lagi lah ya kreatifitas mereka untuk membuat jadwal yang berbeda setiap harinya agar anak-anak tidak bosan.

banyak hal sebetulnya yang dapat dilakukan, alih-alih beberapa Quotes yang akhirnya terpublish seperti:
"waktu kerja pergi pagi pulang malem, statusnya butuh liburan,
giliran diliburkan suruh dirumah aja, istirahat dan hidup sehat, statusnya... rindu kantor"

Ibarat sedang menikmati air minum dalam 1 botol, yang kita rasa nikmatnya adalah tegukkan pertama pelepas dahaga dikala sedang haus, paling 1/4 takaran permisalannya. selebihnya terasa biasa saja. Begitulah kita mengeja syukur. Padahal sisa dari air minum yang 1/4nya kita suka memiliki lebih banyak nikmat yang Tuan beri dan telah kita dapati. Sayangnya kita terlalu sering mensyukuri sedikit nikmat yang terlihat dan di rasa.

Banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran, ya... seperti tema hari pendidikan nasional yang belum lama kita rayakan, " Belajar dari Covid 19."
apa yang dapat dipelajari? banyak tentunya. tak perlu aku ejakan satu demi satu, kalian tentunya lebih tahu. 

Kebaruan dan Tekhnologi semakin nyata terlihat, peradaban menjadi meningkat dengan adanya campur tangan banyak pihak. Kajian online, Siaran Televisi online, segala sesuatu yang dapat dijangkau tanpa harus mengeluhkan beberapa hal yang tidak dapat dilakukan. Kita hanya sedang tidak dapat merasakan Hurriah dalam arti yang luas, sedangkan sebetulnya Hurriah dalam lingkup yang lebih spesifik harusnya dirasakan oleh banyak orang. Tuan seperti memberikan kita alarm untuk mencharge ulang apa yang menjadi tujuan kita. Bisa jadi landasan yang sebelumnya blm kuat, kata Tuan "Perkuatlah..." 
Waktu luang yang lebih banyak, dan juga kelapangan.
*Hurriah : kebebasan.

Tuan melihat banyak target makhluknya yang belum bisa terwujud, mungkin sebelumnya target tersebut memang tidak untuk dituju, bisa jadi ketidak terwujudnya target tersebut adalah jalan menuju semangat membuat target baru. Namun ternyata Tuan lihat berkali-kali terget tersebut tak menjadi hasil, akhirnya Tuan beri waktu luang untuk kita dapat membuat pola kembali dan menata semua dalam waktu luang kita. 

Atau semisal seorang Ibu rumah tangga atau Pengantin baru yang jarang sekali menyentuh dapur karena banyak alasan. Pergi ke warung depan rumah dan membeli banyak bahan pangan bukan hanya sebagai persiapan #dirumahaja, melainkan tolak ukur rasa dan takaran cinta yang dituangkan dalam bentuk masakan.
lagi-lagi, satu kebaikan yang nyata. Banyaknya resep baru dan plating hidangan dari mulai makanan besar, cemilan sampai minuman segar di coba untuk disajikan, di upload untuk sekedar meningkatkan gairah memasak para perempuan lain di luar sana, tentu... sesuatu yang di unggah saat ini biasanya adalah sesuatu yang jarang sekali dilakukan, sehingga ketika melakukannya ada rasa seperti 'bahagia'  hingga akhirnya berkenan untuk berbagi, yang timbul? energi sekuat radar neptunus, memicu dapur menjadi pojok paling sering dituju. wkwk

Bisa juga hal menakjubkan terjadi dari dinginnya tangan laki-laki di rumah yang mampu menyulap banyak pekakasnya menjadi lebih bermanfaat, membuat taman depan rumah menjadi lebih indah, membantu merapihkan sudut rumah yang sebelumnya tak miliki wadah hingga akhirnya menjadi rapih. Membiarkan kabel-kabel disudut rumah tak terlihat, menjadikan peralon bekas pot bermanfaat dan adapula yang membuat kolam ikan Lele dari Toren air bekas dan menghias pinggiran kolam dengan pot buatan berisi pohon kangkung. (yang ini nyata. Bapak, juga buat)

Sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya, terlakon. Do's From Home
Selamat melakukan hal luar biasa yang sebelumnya belum pernah dan jarang dilakukan!!!

Mulai saja dari mensyukuri dan menjalankan semuanya sepenuh hati, dengannya semoga Bumi lekas pulih kembali.

@tendrylight

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...