Pada pekak yang menelisik lewat rasa
Mereka bilang latarnya adalah telinga
Pada pekak yang mematri titik relung hati
Mereka bilang aspalnya adalah nurani
Rasa nada menelisik,
memaksa raga berdendang menjentik.
Jari menari
Tentang irama dan bagaimana mereka menikmatinya.
Bukan aku!
Bukan Caraku!
Dari nada menjadi liryc
Berubah menjadi bait
Mereka bilang cukup tiga
Pada baris yang mengikat rasa
Lagi-lagi bukan caraku!
Baris Kata yang tak lagi terbaca
Untaian liryc yang tak lagi terdengar
Ungkapan rasa yang teracuhkan.
Mereka, yang tak akan lagi pekak
Bahkan merasa
Terlebih menerima!
Hati-hati yang tertutup.
Itulah cara mereka.
Bukan aku!
Tendrylight, 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar