Tuan,
Terimakasih...
untuk bahtera yang menghantarku hingga kini
untuk cahaya yang menerangiku hingga detik ini
untuk hamparan langit yang kerap teduhkanku,
memberi terik disiangku,
memaparkan bintang dimalamku,
meneduhkan pandangan pada megaMu,
merahMu,
biruMu...
untuk setiap butir tanah yang ikhlas kuinjak,
untuk setiap batu krikil yang kupijak,
untuk helaan udara yang merasuki rongga-rongga penciumanku,
buatku menengadah memejam mata dan tersungkur hanya kepadaMu
kujadikan karyaMu passlimitku,
buatku alpa tak sadarkan diri
sudahkah aku menjadi passlimitMu?
yang harusnya mengucap syukur atas ketetapanMu
merunduk membumi bersama turunnya hujan
hamdallah kau pertemukanku dengan masa,
saat kurasa meski belum sempurna,
kau tetap memilihku menjadi bagian dari mereka...
nan terkriteria menjadi kekasihMu.
kekasih kekasihnya kekasihMu.
jika aku adalah passlimitMu,
jangan dulu aku, menjadikannya passlimitku.
20.45 WIB
Kedaung,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar