Selasa, 22 Agustus 2017

Progresivitas Pendidikan

Tugas guru bukan menjejalkan pelajaran, guru harus menghidupkan pengetahuan. Kebenaran guru bukan hal yang absolut karena murid bukan kerbau yang harus serba menurut. Kelas bukan untuk menyucikan diktat penuh angka, pengetahuan bukan ayat-ayat penuh dogma. Ilmu jangan hanya obyek hapalan, ilmu untuk memahami dan menuntaskan persoalan. Sekolah perlu terus membuka diri pada perubahan, guru jangan segan beradaptasi dengan kebaruan. Agar belajar menjadi proses yang menyenangkan, agar kreatifitas terus ditumbuh kembangkan. Siswa niscaya akan haus pengetahuan, ijazah takkan mengakhiri proses pembelajaran. Inilah pengajaran yang memanusiakan manusia bukan pendidikan yang mengkerdilkan siswa. Tinggal tunggu waktu lahirnya generasi pencipta mereka yang akan mengharumkan Indonesia dengan karya.”


adalah kutipan yang saya ambil dari  ucapan presenter sebuah Televisi swasta yang sontak membuat saya berfikir, sebagai apa hadirnya saya dalam pendidikan sebenarnya? dan bagaimana saya mengposisikan diri untuk pendidikan saat ini? sudahkah saya bergerak maju berjalan dan menjadikan siswa-siswi menjunjung mimpinya kepada sebuah ranah perubahan yang nyata dan bertujuan untuk agama dan Negara, juga bekalnya kelak di akhirat? karena hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan.  
Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mepunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan adanya manusia itu sendiri. Aliran Progresivisme mengakui dan berusaha mengembangkan asas Progresivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap bertahan terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi kegunannya. Berhubungan dengan itu progresivisme kurang menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter[1], baik yang timbul pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang.
Pendidikan yang bercorak otoriter ini dapat diperkirakan mempunyai kesulitan untuk mencapai tujuan, karena kurang menghargai dan memberikan tempat semestinya kepada kemampuan-kemampuan siswa dalam proses pendidikan. Padahal semuanya itu ibaratkan motor penggerak , manusia dalam usahanya untuk mengalami kemajuan atau proses.
Oleh karena itu kemajuan atau proses ini menjadi inti perhatian progresivisme. Maka, beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan, dipandang oleh progresivisme merupakan bagian-bagian utama dari kebudayaan. Progresivisme dinamakan juga intrumentalisme[2], karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan intelegensi manusia sebagai alat untuk hidup, kesejahteraan, mengembangkan kepribadian manusia. Dinamakan pula eksperimentalisme[3],  karena aliran tersebut menyadari dan mempraktekkan semangat eksperimen yang merupakan untuk menguji kebenaran suatu teori. Sedangkan dinamakan environmentalisme[4] karena aliran ini menganggap lingkungan hidup itu mempengaruhi pembinaan kepribadian.
Progresivisme yang lahir sekitar abad ke-20 merupakan salah satu aliran filsafat yang bermuara pada aliran filsafat Pragmatisme yang diperkenalkan oleh William James dan John Dewey, yang menitik beratkan pada segi manfaat bagi hidup praktis. Progresivisme yang dikenal juga dengan nama pragmatisme berkembang melalui struktur pendidikan di Amerika.[5] Pragmatisme sendiri pada pokoknya merupakan gerakan filsafat Amerika yang menjadi terkenal. Pragmatisme merupakan nama baru bagi cara berfikir yang lama. Pragmatisme adalah metode penyelidikan eksperimental yang dipakai dalam segala bidang pengalaman manusia.[6]
Filsafat progresivisme dipengaruhi oleh ide-ide dasar filsafat pragmatisme dimana memberikan konsep dasar dengan azas yang utama yaitu manusia dalam hidupnya untuk tetap menghadapi semua tantangannya, harus pragmatis memandang sesuatu dari segi manfaatnya.
Disini kita bisa menganggap bahwa filsafat progresivisme merupakan The Liberal Road of Culture (kebebasan mutlak menuju kearah kebudayaan) maksudnya nilai-nilai yang dianut bersifat fleksibel (luwes, mudah) terhadap perubahan, tidak menutup diri pada sebuah kemajuan namun tetap dalam koridor yang diperbolehkan, toleran dan terbuka sehingga menuntut untuk selalu maju bertindak secara inovatif (kreasi baru) untuk berfikir dan mengeluarkan pemikiran-pemikiran dan gagasan baru dan reformatif (berubah drastis) agar tercipta suatu perubahan yang maju tidak diam ditempat dan terus dapat dilakukan sebagai proses, aktif (giat) serta dinamis (bergerak maju). Untuk mencapai perubahan tersebut manusia harus memiliki pandangan hidup yang bertumpu pada sifat-sifat: fleksibel (mudah dan cepat menyesuaikan diri) guna mampu bersosialisasi dengan keadaan apapun, curious (ingin mengetahui dan menyelidiki) selalu berfikiran ingin tahu setiap dan segala sesutu yang belum diketahui dan terus berusaha untuk mendapatkan hasilnya, toleran dan open minded (berfikiran terbuka) yang di maksudkan untuk tidak mengambil keputusan sendiri dan membuka diri terhadap pemikiran yang lainnya untuk mendapatkan suatu penyelesaian dengan saling menghargai pendapat yang lainnya.
Filsafat progresivisme telah memberikan kontribusi yang besar di dunia pendidikan, dimana telah melekatkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada peserta didik. Anak didik diberikan kebebasan secara fisik maupun berfikir, guna mengembangkan bakat, kreatifitas dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain. Berdasarkan pandangan di atas maka sangat jelas sekali bahwa filsafat progresivisme bermaksud menjadikan anak didik yang memiliki kualitas dan terus maju sebagai generasi yang akan menjawab tantangan zaman peradaban baru.
Sedangkan, kurikulum merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan. Karena didalamnya tergambar  jelas rencana dalam pembelajaran yang akan berjalan. Bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam proses belajar mengajar.[7] Dalam proses pendidikan Islam maupun pendidikan umum di sebuah instalasi sekolah negeri, segala aspek tentang pendidikan dirumuskan secara jelas dan gamblang di dalam kurikulum agar dapat mempermudah kegiatan pendidikan. Kurikulum adalah istilah yang telah diketahui oleh setiap orang. Tapi mungkin hanya sedikit saja orang yang tahu bahwa kurikulum itu sangat penting posisinya dalam pendidikan. Kurikulum ialah program untuk mencapai tujuan. Sebagus apapun rumusan tujuan jika tidak dilengkapi dengan program yang tepat maka tujuan itu tidak akan tercapai. Dalam sebuah buku terkutip, Kurikulum itu laksana jalan yang dilalui dalam menuju tujuan. [8] Yang berarti juga merupakan sebuah proses dalam bidang pendidikan.
Di dalam kurikulum tidak hanya dijelaskan tentang ilmu pengetahuan apa sajakah yang harus diajarkan guru kepada muridnya, tetapi juga segala kegiatan tentang kependidikan yang dianggap perlu dan penting untuk diterapkan kepada para peserta didik. Dalam proses belajar mengajar, Kurikulum akan dikatakan baik apabila bersifat fleksibel (mudah menyesuaikan) sehingga dapat di revisi, dan eksperimental (hasil dari percobaan) atau memiliki pengalaman. Kurikulum seyogyanya berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan demikian, dalam kurikulum tergambar  jelas secara berencana bagaimana dan apa saja yang harus terjadi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh pendidikan dan anak didik. Oleh karenanya proses perubahan dalam aliran Progresivisme memicu terhadap kurikulum yang diberikan kepada peserta didik. khususnya dalam Pendidikan agama Islam pada pembahasan ini.[9]
Gerakan progresif terkenal luas karena reaksinya terhadap sekolah formal dan sekolah tradisional yang membosankan, yang menekankan didiplin keras, belajar pasif, dan banyak hal-hal kecil yang tidak bermanfaat dalam pendidikan. Lebih jauh gerakan ini dikenal karena himbauannya kepada guru-guru: “kami mengarapkan perubahan, serta kemajuan yang lebih cepat setelah perang dunia pertama”. Banyak guru yang mendukungknya, sebab gerakan pendidikan progresivisme merupakan semacam kendaraan mutakhir untuk digelarkan.[10]
Dengan melandanya “adjustment” (peraturan) pada tahun tiga puluhan, progresivisme melancarkan gerakannya dengan ide-ide perubahan sosial. Perubahan yang lebih diutamakan adalah perkembangan individual, yang mencakup berupa cita-cita, seperti cooperation (kerjasama), sharing (pembagian) dan adjustment(pengaturan), yaitu kerjasama dalam bentuk aspek kehidupan, turut ambil bagian (memberikan andil) dalam semua kegiatan, dan memiliki daya fleksibilitas (mudah menyesuaikan) untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.[11]
Para pendidik yang memiliki orientasi (pandangan pemikiran)  progresif memberikan siswa-siswanya beberapa kebebasan dalam  memberi nilai pengalaman-pengalaman di lingkungan sekolah mereka. Dengan demikian, pendidikan progresivisme akan dapat mempermudah guru terhadap hasil berfikir peserta didik dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan melakukan apa saja yang mereka inginkan tetapi tetap dalam pantauan para dewan guru. Sedangkan para guru-guru Progresif akan dengan mudah merekap hasil belajar siswa dengan ke aktifan mereka didalam kelas. Tentunya dalam  menjalankan kegiatan sekolah  yang baik dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.


[1] Otoriter dalam KBBI berarti berlaku semenang-menang, tindakan berkuasa.
[2] Intrumental dalam KBBI berarti peran sutu frasa yang menyatakan atau berfungsi sebagai “alat”.
[3] eksperimen dalam KBBI berarti percobaan yang bersistem dan berencana.
[4] environmental berarti sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan juga suasana.
[5] Oemar Hamalik, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013). Cet ke-5, h. 64
[6] M. Rasjidi, Persoalan-persoalan filsafat (Jakarta: PT Bulan Bintang, 1984), h. 340
[7] Syafaruddin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Hijri Pustaka Utama, 2012). h. 88
[8] Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2014), cet- ke-6, h.98
[9] Uyoh Sadullah, Pengantar Filsafat Pendidikan (Bandung : CV Alfabeta, 2014), cet- ke-9 h. 142


[11] ibid, h. 142 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...