Adanya di Kota Hati, ibu kota Hati tepatnya. Saling hendak berpapasan namun tak kunjung mata bertemu. Sepertinya terhalang rasa, tapi bukan rindu.
Seseorang, yang kata-katapun tak mampu wakili siapa dirinya,
Mencucuk penasaran makin pilu.
Bola mata yang bulat dibalik, kacamata.
Belok.
Begitukah siluet dalam fikiran membawa imajinasi?
Seperti tajamnya mata si blacky.
Laksana singgasana, tempat ternyaman dunia bukan lagi disudut sepi,
Kini,
Hamparan rumput-rumput yang miliki tepi.
Apa alasan seseorang menyendiri, dan mengetuk hati untuk mencari?
Boleh jadi, mereka sepertiku yang mulai membenahi diri.
Bukan lagi untuk mencari siluet di kota Hati, tapi untuk bersama temui Dia sampai ke Arsy.
@Tendrylight
Penikmat perjalanan, peramu kekata liar, pemimpi yang retjeh dan seorang hamba. Yang 'Memulai dengan Cinta', Ia percaya segala sesuatu yang diawali dengan cinta , akan bertemu dengan cinta.
Rabu, 14 Februari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MOM, Mother Blues not Baby Blues
Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...
-
Sekelebat kata, “ menulislah maka kamu akan tahu ” terbang dalam fikiran untuk mengawali tulisan artikel ini. Bagi saya, ketika kita menu...
-
Mari menjadi pemerhati... mari melihat lebih dekat, bahwa Hidup adalah tentang bertanya dan menjawab. Entah untuk diri sendiri, ma...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar