Part kesekian tentang B E R G E R A K .
.
Sudah berapa purnama kaki ini membawa diri pada satu tempat yang acap kali pertemukanku dengan mereka, tak butuh waktu lama dan jarak bermili untuk jumpa. Enam hari dalam seminggu, tujuh dari 24 jam, dan waktu makan siang yang memanjakan tangan dari alat tulis pun keyboard juga mata dan mata berkacamata dari layar datar berjiwa listrik 😆😆😆
Harian, mingguan, bulanan... begitu berlalunya masa menghabiskan luang kami di beberapa masa saat itu, sesekali PHBN dan undangan menyatukan tawa kami, ini tentang bagaimana setiap orang beropini tentang orang disekelilingnya.
.
.meski waktu tak kan bertambah menjadi dua puluh delapan bahkan tiga puluh jam per hari, menjadi beda, setidaknya... dirilah yang menjadikannya berbeda.
.
Setelah hari itu, aku melihat jalanan yang jarang aku lewati tiap pagi selama empat tahun ini, iya... yang hanya kudengar dari cerita mereka yang riuh obrolkan macet. Entah betapa aku merasa bebas dibawah langit mendung ditengah-tengah kerumunan mobil dan motor yang mengantri tak beraturan hendak gunakan jalan... Tak bisa pun kubaca bagaimana perasaan hati dibalik pengendara bermasker, berkacamata, kenakan helm dan yang khusyuk dengan ponselnya didalam angkutan. Ada, mungkin rasa terburu dipagi hari yang menuntut mereka untuk saling mendahului. Yang marah, karena dituntut keterburuan dan tanda tanya, "macet kenapa ini?" Sampai yang abusss dan menekan klakson berkali-kali. Aku, menjadi yang paling bersyukur diantara mereka karena masih mampu tersenyum untuk diri sendiri dan setidaknya tersenyum bagi mereka pengguna jalan yang menyadari. Banyak kutemui kasus motor tabrak motor hingga akhirnya ribut dan adu mulut 😪😣, juga motor dan pengendaranya jatuh karena jalanan yang licin.
Bergerak itu tentang, kamu "berpindah". Bukan berpindah hati tapi. 😆
Selamat menemukan cerita yang lainnya kembali, terimakasih sudah mau menyempatkan berbagi waktu 😉
Warm regards
@tendrylight
@30haribercerita
#30haribercerita
#30HBCBergerak
Penikmat perjalanan, peramu kekata liar, pemimpi yang retjeh dan seorang hamba. Yang 'Memulai dengan Cinta', Ia percaya segala sesuatu yang diawali dengan cinta , akan bertemu dengan cinta.
Rabu, 14 Februari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MOM, Mother Blues not Baby Blues
Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...
-
Sekelebat kata, “ menulislah maka kamu akan tahu ” terbang dalam fikiran untuk mengawali tulisan artikel ini. Bagi saya, ketika kita menu...
-
Mari menjadi pemerhati... mari melihat lebih dekat, bahwa Hidup adalah tentang bertanya dan menjawab. Entah untuk diri sendiri, ma...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar