Rabu, 14 Februari 2018

Kullil Haq, walau kaana murron


"Kullil Haq, walau kaana murron." Bukan pelarian, Berkata benar...harus menyakiti. .

Biarkan Matahari dan pelangi hadir, pada masanya.
Jangan berikan warna pelangi, pada hangatnya Matahari pagi. [TendryLight,2018]

Beberapa waktu lalu, Gerhana bulan singgah semenjak 150th. Terbayangkah betapa bumi sebetulnya gulita? Tanpa lampu alam raya yang menjulang disetiap gedung pencakar langit di Seluruh Dunia. Pada malam itu, ribuan mata keluar hendak menyaksikan. Berbondong menuju Masjid, ramai. Secuil kebesaran yang lagi-lagi ditampakkanNya .

Seperti itu, perkataan baik atau buruk jika terucap. Sedikit saja mengalir sadar maupun tidak, keajaibannya bisa menyerupai cahaya yang begitu indah menerangi hati, pun gulita... yang mampu menggelapkan hati untuk berfikir. Masyhur kiranya dalam sesaat terbawa angin kepenjuru.
Berkata benar, tidak harus menyakiti. Keluar untuk melihat terang, tidak harus disaat Malam.

Bukankah, senyum masih memegang andil perdamaian? Tolong, jangan coreng "senyum" karena hati-hati yang mengumpat.
Karena Dia, telah jadikan kasih dan sayang sebagai jembatan ikatan. 
Tgr, 2018
tendrylight

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...