Pertemuan,
Coba katakan satu hal tentangnya...
Atau mungkin ada yang pernah merasa beruntung dengan sebuah pertemuan?
Coba katakan satu hal tentangnya...
Atau mungkin ada yang pernah merasa beruntung dengan sebuah pertemuan?
Pernah merasa, "tuh kan!!! kubilang juga apa, belajar itu tak pernah tersesalkan."
Iya! kali ini aku ingin bercerita tentang sebuah pengalaman,
Belajar dari Dandelion.
Dandelion? seperti tak asing terdengar...
wah, jangan-jangan orang yang kita maksudkan sama.
Dandelion adalah nama pena dari Rifkha Annisa, seorang penulis, yang selalu membagi kisahnya melalui banyak pengalaman yang ia alami. Cerita yang Ia bagi tak pernah tak menjadi menarik. Seseorang yang jika disebut namanya, maka terngiang betul bagaimana bentuk dan klasiknya bunga Dandelion.
Suatu hari, di sebuah supermarket, tepatnya ia sedang berada di depan kasir Supermarket tersebut. Saat tengah menscan barang beliannya tiba-tiba seorang bapak masuk dengan terburu-buru. Postur tubuhnya menunjukkan rentang usia beliau yang tetiba menghampiri kasir dan menyerobot antrian Dandelion.
Tampak sekali para kasir terkaget melihat kedatangan beliau, sebut saja Pak Koh.
Pak Koh berkata, " Can I use this token?"
dengan gugup salah seorang kasir menjawab, " No, can not..." lalu melirik teman kasirnya dan meminta saran, "Kak bilangnya gimana ya?". Dalam memerhati Dandelion membatin, "Kok logatnya konglish banget yah.."
"Memang kenapa mbak? kali aja aku bisa bantu jelasin..." Dengan sigap ia menawarkan bantuan.
sesegera mungkin salah satu kasir menceritakan kronologis perihal transaksi pembelian token listrik Pak Koh yang sudah terproses tetapi tokennya tidak bisa digunakan karena PLN sedang dalam gangguan dan uang Pak Koh tidak bisa di refund langsung hingga disarankan untuk menunggu 1x24 jam untuk proses refundnya.
(By the Way, ini memang betul kendalanya terjadi karena beberapa hari yang lalu akupun menangani nasabah untuk banyak sekali aduan perihal yang sama, yang Pak Koh alami. Spontan ingatanku mengangguk mengiyakan paham dengan cerita yang Dandelion sampaikan. Karena aku bekerja di salah satu outsourcingnya contact center yang menangani aduan serupa... wkwk)
Lanjut cerita, akhirnya Dandelion berusaha untuk menjelaskan dalam bahasa inggris kepada Pak Koh namun beliau hanya terdiam, Dandelion mencoba untuk mengulangi kembali pemaparannya karena hawatir ada artikulasinya yang kurang baik dalam penjelasan hingga Pak Koh tidak dapat menangkap maksud yang ingin Dandelion sampaikan, saat setelah penjalasan diulang akhirnya Pak Koh menjawab, "Oh gitu... " (dalam bahasa korea). Karena Dandelion juga mengerti bahasa Korea akhirnya iapun menjawab dengan bahasa korea. Pak Koh terkaget mendengar Dandelion mengerti bahasa Korea, ekspresi kagetpun muncul seperti tengah bahagia ternyata selain terbantu ada juga yang mengerti dan sepaham dalam bahasa dengannya.
(yang ini aku jadi inget setiap kali berbelanja di berbagai kota, menggunakan bahasa daerahnya. Jika kita berbicara kepada pedagang sunda dengan bahasa sunda karena mereka merasa kita sesuku maka akan ada euforia seperti dekat bukan? begitu pula dengan bahasa lainnya, Jawa misalnya atau Batak. Argh... indah sekali bisa menguasai banyak bahasa bukan? :) )
(yang ini aku jadi inget setiap kali berbelanja di berbagai kota, menggunakan bahasa daerahnya. Jika kita berbicara kepada pedagang sunda dengan bahasa sunda karena mereka merasa kita sesuku maka akan ada euforia seperti dekat bukan? begitu pula dengan bahasa lainnya, Jawa misalnya atau Batak. Argh... indah sekali bisa menguasai banyak bahasa bukan? :) )
Ketika tengah selesai perihal kendala yang Pak Koh alami, akhirnya kasir penjaga supermarketpun merasa lega dan melanjutkan menscan belanjaan Dandelion yang sempat tertunda, dan saat hendak membayar, Pak Koh menanyakan berapa jumlah belanjaan Dandelion berniat memang untuk membayar semua belanjaannya, Dandelion sempat menolak halus namun dipaksa, Pak Koh memaksa lebih tepatnya. Beliau sampaikan bahwa yang ia lakukan merupakan ucapan terimakasih, akhirnya Dandelion menerima ucapan terimakasih Pak Koh. Memang semua tidak ada yang sia-sia bukan?
Meski Dandelion belum pernah pergi ke Korea, namun kemampuan berbahasa Koreanya sangat sekali membantu pada saat seperti ini.
Aku jadi merasa, bukankah banyak dari para remaja bahkan orang-orang dewasa yang belakangan pun menyukai Drama Korea dari yang sudah lama menyukai sampai yang baru-baru ini menyukai karena dampak WFH, tentu akan ada beberapa bahasa korea yang masuk dalam perbendaharaan kata mereka bukan? apalagi soal lagu, biasanya lebih hatam diucap karena sering kali didengar.
Keren sekali bukan? Jangan tanya Aku. Kepo tahu garis merahnya saja cukup, tanpa mau terhanyut. Dasar Tendry Light.
Ada yang pernah juga mengalami hal serupa? sini coba bagi, aku suka bagaimanapun caramu berbagi, semisal berbagi senyum pada saat mengawali hari :)
yang ini, coba untuk serius jangan padaku yah.
See you di halaman selanjutnya, :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar