Jumat, 05 Juni 2020

NIKMAT VS MUSIBAH, Wisuda Online termasuk yang mana?

Ada yang pernah mengatakan bahwa sedih dan senang itu seirama.
Iyah... hal ini yang selalu diingat olehku. 
Seseorang bisa menangis saking senangnya, dan bahkan orang bisa tertawa saking sedinya. Pernah? 
Kalau belum, ... cobain deh! (promosiiiii!)



Biasanya Nikmat lebih Spesifik kepada hal yang baik dan disenangi, atau bahkan sesuatu yang acap kali diinginkan.
Kalau Musibah? justru sebaliknya.
Seorang Pendakwah pernah berkata, " Nikmat adalah sesuatu yang harus di syukuri, dan musibah merupakan salah satu kenikmatan yang Tuan berikan juga, jadi... jika ditimpa musibah, bersyukurlah dan sabar." 
Lalu, apakah jika kita mendapatkan nikmat lantas kita tak boleh bersabar? tentu boleh. Sabar itu tak bersekat untuk apa. Karena sabar dalam kamus besar bahasa indonesia adalah menerima, penerimaan yang memang lebih kepada nasib. Tahan menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati. (KBBI online, di akses Jum'at, 05 Juni 2020). 
Nikmat banyak bentuknya bukan? semisal sehat dan sakitpun. nikmat sehat yang diterima, bisa merasakan yang tidak orang sakit rasakan, nikmat sakit yang diterima bisa mensyukuri cara pengguguran dosa yang Tuan beri dari yang telah tertanam di bumi. Nikmat bagi yang telah kembali berpulang adalah kesyukuran atas segala pelajaran di dunia hingga akhirnya telah terhisab dan semoga husnul khotimah di akhiratNya.

Aku selalu mengaitkan hidup ini dengan perjalanan. Karena Tuan terlanjur membuat perjalan begitu mirip dengan kehidupan. Siapapun, yang merasa mampu merajai dunia tentunya tak akan pernah bisa merajai akhirat. Yang terlalu angkuh di perjalanan hingga tak patuhi peraturan.
Ini apa? Nikmat juga dong. Karena sejatinya ada hati yang masih bisa merasakan dan membandingkan. Salah satu self reminder yang dapat dilakukan dengan tidak menghakimi kehidupan diri sendiri dengan kehidupan yang orang lain jalankan. Berkaca dan mengambil ibroh, baru betul.

Bukan memfanatikkan dan mengaitkan apa yang tengah terjadi dengan tahun ini, 2020. Toh, dunia yang sempat diramal akan kiamat di 2019 nyatanya masih mampu menopang alam semesta hingga kini. Meski memang, alarm untuk diri terus menerus berbunyi. 

Marak berbagai challange yang dibuat untuk saling menguatkan. berupa apapun, dari mulai yang dibuat untuk menghibur sampai memotivasi. 
Keren parah sik, se kreatif itu memang warga bumi Pertiwi tercinta ini. Adakah mulai berdampak? tentunya. 
Apa definisi dampak? sudah ada dalam KBBI bahwa dampak merupakan pengaruh kuat yang mendatangkan akibat, baik negatif atau positif. (KBBI online, di akses Jum'at, 05 Juni 2020) yang memang tidak dapat disalahkan hasil akhirnya bagi yang telah memulai untuk memberikan dampak. Kalau menurut Aku sendiri, penggambaran dampak paling terngiang adalah bait Mahfudzot, man yazro' yahsud yang artinya: Barang siapa yang menanam pasti akan menuai. Iya, itu bukan hanya menggambarkan dampak tapi juga sebagai alarm diri. Bagaimana bisa kita berani memulai tanpa berani untuk bermimpi untuk hasilnya. 

Hidup akan terus berkesinambungan, tak perduli kita tidur, duduk, berjalan atau berlari. sampai Tuan katakan, " Cukup! tugasmu di bumi, telah usai dan kembalilah." 
Lulus SD, SMP, SMA Sederajat, lulus Kuliah, mencari pekerjaan, menikah... eh tunggu!!! jangan terburu-buru, apa mimpimu? apapun itu, semua akan terus mengalir, sampai kapan? sampai Tuan katakan, " Cukup! tugasmu di bumi, telah usai dan kembalilah." (tuh kan... pengulangan... wkwk).
Lulus dengan pemberitahuan secara online, diberitakan secara online, diberi selamat secara online, ada yang salah?
Bukankah saat ini memang era digital? mungkin inilah kemajuan dan perkembangan zaman yang ingin Tuan tunjukkan.  Berkecil hati? jangaaan!!! ini keren dan istimewa bukan? belum ada dalam sejarah di satu tahun bertepatan dengan banyak hal yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan kebaruan.
Transformasinya melalui media, dan dedikasi nyata lah yang dinanti oleh Dunia. It's so cool!

Dan ini yang ingin penulis sampaikan untuk kamu, yang tepat, tengah atau telah melaksanakan wisuda online, Hidup ini akan terus berkesinambungan, sampai Tuan katakan, " Cukup! tugasmu di bumi, telah usai dan kembalilah." 
Inilah nikmat yang tengah engkau rasakan, sabar dan syukurlah. Bersyukur agar lebih banyak Tuan karuniakan nikmat lainnya untuk kita. tenang, Bro and Sist... yang merasakan hal seperti ini bukan hanya kamu! tapi saudara-saudaramu pun. 
Ketika dunia menuntut semua untuk diam, kamu tak berhenti bahkan melanjutkan mimpi. Yang mengangkasa itu, mimpimu kan? lihat... dia melangit bersama banyak mimpi Manusia bumi lainnya. 
serupa bintang yang bertaburan, ternyata mimpimu berada diantaranya. Kerennnnn!!! ini sih namanya semangat. Bahkan aku melihat bukan hanya mimpi yang mengangkasa, Do'a pun ingin ikut bermuara pada yang empunya. 

Suarakan juga ini pada orang-orang yang tengah membaca tulisan ini bersamamu, orang yang juga menerbangkan mimpi dan do'a di waktu yang sama, orang-orang yang juga ingin berhasil menjadi khalifah di dunia, dan yang tak akan hanya tertanam di bumi akhirnya. 

Karena kamu, terlalu istimewa untuk sekedar duduk dipojokkan dan meratap seorang diri. 
Selamat dan Sukses kalian, yang menerima nikmat dan musibah dalam lingkaran sabar dan syukur. :)




Terdedikasi untuk semua, adik-adik yang telah tuntas meluluskan diri di 2020.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...