Rabu, 21 Desember 2016

Lakon, dariNya


Segersang Padang pasir
Seriak gulungan ombak samudra
Sehijau kaktus yang nyatanya berbunga.

Kita? 

Menempatkan semua pada aliran yang kelak bermuara

Bagaimana banyak orang memandang. 
Bukan pemain
Lakon, 
Kamu... dengan perangaimu 
Dan aku... bersama dialogku

Bagaimana kau menutup telinga dengan kedua tangan
Memejamkan mata dari setiap pandangan
Menggerakkan tangan tuk menggores mimpi
Melangkah maju dan berhati-hati

Dan memetakan harap pada kehendakNya

Seindah itu skenario yang ditawarkan. 
Dan "tapi" hanya tercipta jika kita yang meminta.

Katakanlah satu hal,
Tuan, aku akan selalu menjadi milikMu

Minggu, 18 Desember 2016

MerasakanMU adalah caraku mendengarMU




Pada pekak yang menelisik lewat rasa
Mereka bilang latarnya adalah telinga
Pada pekak yang mematri titik relung hati
Mereka bilang aspalnya adalah nurani

Sabtu, 17 Desember 2016

Jumat, 16 Desember 2016

Save Aleppo

Tiupan angin... tak lagi mengirim debu
Suara jalanan... tak lagi menjadi ramai
Ingin...
merayap pada lorong waktu yang bersebab.


Melihat tangan...
tak mampu menopang bahkan menyeka
Melihat kaki...
tak mampu berlari bahkan melindungi

Mengapa Kopi?

Maka perjalanan kita dimulai dari cangkir ini. Bagiku, kopi itu eksotis, cantik, elegan dan istimewa. Aku harap pendapat itu tidak berlebihan. Secangkir kopi yang kusuguhkan di hadapanmu, bukan sekedar minuman hitam dengan sisi pahit. Tapi bagiku, secangkir kopi adalah buah kesyukuran, buah dari kerja keras, doa dari banyak tangan dan sebuah harapan.
Cobalah seteguk, maka semangaattttt itu akan kau rasakan mulai mengaliri tenggorokanmu. Aku tidak tahu kapan persisnya jatuh cinta pada kopi.

Mengapa "Drink Coffee"?

Karena aroma luar biasa yang menyemat rasa istimewa pada bening hati dan memori, semangat dan motivasi yang didapatkan dari secangkir kopi. Ketika biji kopi itu diolah dan mengeluarkan bau harum, maka saat itu, ia akan menunjukkan identitas dirinya.

Mengapa "Be Sexy"?
Adalah ketika kita tetap bisa menjadi diri sendiri yang merdeka, mencetuskan ide brilliant dan original, berbuat dengan totalitas dan dedikasi. Liar dalam inspirasi, genit dalam karya dalam hati, menyuguhkan aplikasi terbaik dalam sebuah sastra, dan tetap dibawakan dengan anggun dan cantik.

Kami tahu, menjadi baik saja belum cukup. Karena ternyata dunia kita pun terlalu banyak orang baik selain tentunya orang yang kurang baik. Menjadi baik adalah mutlak.

Kami adalah penikmat kopi amatir yang tidak bisa membedakan mana robusta, arabika, ekselsa atau liberika. Kami adalah penikmat kopi yang menganaligikannya sebagai cerita perjalanan kami.  Doa, harapan, semangat, Cobaan, keteguhan hati, rintangan, solusi dan semua yang bertakdir di atas hidup kami. Sederhana dan tidak memihak

DCBS...
Menawarkan cerita perjalanan sebiji kopi yang telah menjelajah dunia kemudian kami kemas dalam beberapa cerita pendek, flash fiction dan feature serta sisipan wawasan serba-serbi kopi yang disematkan di dalam antalogi ini, lalu kami akan manjakan 'Coffee time' anda dengan 99 puisi tentang kopi dan filosofinya yang menggugah, inspiring, romantic dan edukatif.

Selamat menikmati secangkir kopi dalam buku ini. Hirup aromanya, lalu temukan bahwa menjadi bahagia itu ternyata sederhana 💞

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...