Sabtu, 28 Maret 2020

Q I F !

Belakangan semua orang berubah menjadi monster untuk dirinya sendiri. Kecemasan dan kegundahan menjadi bibit penyakit utama Virus Baru.


Corona menjadi buah bibir yang tak lagi dapat dihentikan pada setiap pertemuan. Himbauan saling mengingatkan menjadi rentetan berita Hoax yang mulai bermunculan. Saling awas justru menikam banyak manusia tak bersalah menjadi tersudut.

Aku adalah salah seorang yang sebelum virus ini masyhur sempat mengalami gejala batuk yang tak berkesudahan. Berulang kali rontgen hasilnya normal. Adikku juga memiliki kebiasaan bersin setiap pagi tanpa jeda berkali-kali, dan Bapakku tak jarang bersin dengan suara hebat tanpa disengaja di tempat umum. Namun Alhamdulillahnya kami terkategorikan sehat oleh Dokter. Hingga akhirnya virus ini menjadikan banyak sekali orang batuk dan bersin menjadi tersudut. Beberapa rekan kerja yang menggunakan kendaraan roda dua saat siang hari datang dianggap memiliki demam tinggi padahal sepanjang jalan terkena terik. wkwk

Qodarullah sebulan ini, terpatnya saat virus (sebut saja C) menjadi tranding issue belahan bumi, Kami tak lagi terdampak gejala batuk ataupun bersin yang sering dialami sebelumnya. Entah karena diri menahan atau memang ada kehendakNya yang ikut campur tangan.

Yang aku tahu, bukan ODP (sebutan bagi yang saat ini terdeteksi mengalami gejala menjurus) yang mestinya tersudut dan dijauhi. Namun kesadaran diri yang harus dibangun. Jika memang dirasa sekeliling memiliki gejala yang beredar dan menjurus menjadi ciri-ciri virus C, maka menjauhlah perlahan dengan tidak menyudutkan, semisal berdiam dirumah dengan melakukan banyak hal positif atau segudang PR yang belum terselesaikan. Biarkan dia mengisolasi diri juga, tentu mereka yang imunnya sedang turun akan waspada dengan keadaan dirinya. Siapapun, tak pernah inginkan sakit, apalagi wabah ini bukanlah wabah buatan, namun setidaknya dapat dihindari.
Qif !!! Aku sendiri berusaha menjadikan moment saling mendo'akan ini menjadi penyemangat batin dan memperbaiki hidup agar lebih sehat. Jika virus C jahat, tentu akan ada balasan yang kelak ia tuai bukan? karena bagaimapun ia adalah Makhluk yang diciptakan. Setidaknya kita bisa mengambil hikmah yang nyata saat ini dirasa untuk hidup dengan pola yang lebih sehat dari biasanya dan hubungan saling mendo'akan juga komunikasi yang lebih sering terapal dalam do'a dan suara memanfaatkan tekhnologi yang telah ada. Yasss!!! we can be smart consumption.

Jika bukan virus C yang menjauh, maka biarkan diri kita yang menjauhinya. Bersama-sama, tanpa menyudutkan banyak pihak manapun. Mari saling mendukung banyak pihak yang berupaya menjaga kita dan Negeri tercinta.

Hashtag #dirumahajah adalah upaya. Bentuk kepedulian dan sikap saling mengasihi antar sesama makhluk hidup.
Makhluk hidup? Iyah, termasuk virus C. Makhluk yang menggegerkan seisi Bumi bukan hanya sebuah Negeri. Virus C harus kita kasihi agar kesalahannya tak semakin menumpuk di Bumi. Dia bukan malaikat maut, namun telah banyak nyawa terenggut. Maka mengibalah untuk sama-sama membuat dia enyah dari permukaan dengan memutus rantai perkembangbiakannya. Mari selamatkan Dunia, karena kita masih berhutang untuk anak cucu kita di masa yang akan datang.

Tangerang, 28-March'2020
Disalin dari update Facebook Tendry Suci Sayekti (Sei Jo Na)


2 komentar:

  1. Waahhhhh....anak hebat..keren..cantik....tulisannya bagus. Semangat terus yaaaa semoga kreatifitasnya terus bermunculan dan dtunggu bukunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Termikasih babeh untuk supportnya, aaminn semoga bisa menjadi suguhan ciamik khususnya untuk orang2 terdekat sekitar yang berkenan Wara Wiri ke Blog ini :)

      Hapus

MOM, Mother Blues not Baby Blues

Selamat datang kembali Sobi, pada laman TL yang mulai membeku berbunga es. Wkwk Coming as A Wife, officially!!! (Upss... It's normally f...